SPEKTAKULER, GELARAN PESTA BUDAYA PANGGUNG RAKSASA DIGELAR DI MADIU YANG DIKENAL KOTA KI RONGGO (KI RANGGA) JUMENO

Madiu -(jatim) -Mediagendangsumba.com 29 Agustus 2026 bercerita tentang Babat sejarah kota Madiun di dirikan Pertama: Pangeran Timur (Ki Ageng Ronggo Jumeno =Ki Rangga jumeno).Tanggal Berdiri: 18 Juli 1568 (diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Madiun).Nama Awal: Saat pertama kali didirikan, wilayah ini belum bernama Madiun, melainkan Purabaya. Pusat pemerintahannya berada di Desa Sogaten.

Tokoh pendiri atau rintisan pertama wilayah Madiun yang memiliki garis keturunan dari Wali Songo adalah Pangeran Timur atau yang dikenal dengan gelar Ki Ageng Ronggo Jumeno.Beliau merupakan putra dari Sultan Trenggono (Raja Demak), yang artinya beliau adalah cucu dari Raden Patah (pendiri Kesultanan Demak). Melalui silsilah Raden Patah, garis keturunan mereka tersambung langsung sebagai cucu/keturunan dari salah satu tokoh utama Wali Songo, yaitu Sunan Ampel (Raden Patah merupakan putra dari pernikahan Raja Majapahit dengan putri Campa yang dibesarkan di lingkungan Sunan Ampel, atau dalam sebagian catatan merupakan menantu/kerabat dekat dari Sunan Ampel).

Kota Madiun Gelar Pesta Budaya dan Ruang Publik Akhir Pekan Ini

Kota Madiun akan menyelenggarakan rangkaian acara spektakuler akhir pekan ini, mulai Sabtu, 29 Agustus hingga Minggu, 30 Agustus 2026. Acara tersebut mengombinasikan pesta seni budaya, konsep jalanan bebas kendaraan, dan reaktivasi ruang publik untuk komunitas.

Madiun Menari 2026 digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2026, mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai di sepanjang jalur pedestrian Pahlawan Street Center (PSC). Acara ini mengubah pusat kota menjadi panggung budaya terbuka raksasa dalam rangka merayakan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan tema “Satu Kota, Satu Irama, Satu Gerak”.

Lebih dari 4.000 hingga 5.000 penari massal dari berbagai kalangan, termasuk ASN, PKK, Perwosi, pelajar SMA, hingga pelaku UMKM, akan tampil. Mereka membawakan tarian klasik secara kolaboratif, salah satunya Tari Beksan Parisuko.

Untuk mendukung kelancaran Madiun Menari, sepanjang Jalan Pahlawan (dari gapura PSC hingga simpang empat tugu) diberlakukan Car Free Night (CFN) mulai pukul 18.00 hingga 23.00 WIB. Jalur utama pertunjukan wajib steril dari Pedagang Kaki Lima (PKL) agar penari dan penonton memiliki ruang gerak yang leluasa. Pengguna kendaraan diimbau menghindari area Jalan Pahlawan sejak sore hari karena adanya rekayasa lalu lintas.

Keesokan harinya, Minggu, 30 Agustus 2026, digelar Car Free Day (CFD) Wajah Baru pukul 05.00–09.00 WIB di Jalan Pahlawan. Berbeda dengan CFD sebelumnya yang didominasi lapak UMKM, edisi kali ini lebih fokus pada aktivitas olahraga. Jalan Pahlawan akan menjadi area gerak bagi berbagai komunitas olahraga lokal, seperti senam, sepatu roda, BMX & skate, pushbike, hingga sepak takraw. Masyarakat diajak datang untuk berolahraga sekaligus berinteraksi dengan komunitas tersebut.

Rangkaian acara ini diharapkan mampu menghidupkan kembali ruang publik Kota Madiun sekaligus merayakan semangat kebersamaan melalui seni, budaya, dan olahraga./UN81 (tim redaksi Kiriman Abang Bindara (Ndara=Ndoro) IBNU Al Pamakasan Madura)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *