Mengenalkan ketarbiyaan anak kita dari Nol hingga perjalan menujuh tuhan seorang insan*

*judul : *Mengenalkan ketarbiyaan anak kita dari Nol hingga perjalan menujuh tuhan seorang insan*
Oleh M.D.Mone AL Mughni.SHi.M.Pd.Gr
Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ، وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ، أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَام ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَاأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ, اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ, وَاشْكُرُوْهُ عَلَى مَا هَدَاكُمْ لِلإِسْلاَمِ، وَأَوْلاَكُمْ مِنَ الْفَضْلِ وَالإِنْعَامِ، وَجَعَلَكُمْ مِنْ أُمَّةِ ذَوِى اْلأَرْحَامِ. قَالَ تَعَالَى :يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ.

Ma’asyiral muslimin jamaah Jumat rahimakumullah

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada baginda Rasulullah Muhammad saw, utusan Allah yang menjadi panutan bagi umat manusia. Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad saw adalah tanda cinta dan penghormatan kepada utusan Allah.

Kita bersyukur atas nikmat keimanan yang telah diberikan oleh-Nya, karena dengan iman kita memahami arti hidup ini dan mengenali keagungan-Nya. Mari kita perbanyak bersyukur, sebab setiap nikmat yang kita terima merupakan bukti kebaikan dan rahmat Allah yang tak terhingga.

Disamping itu kita tidak menyampaikan salam sholawat kepada baginda Rasullah yang membawah kita dari Alam jahiliyah menujuh alam ketarbiyaan hingga kita rasakan saat ini

Ma’asyiral muslimin jamaah Jumat rahimakumullah

Sebagai awal dari Muqodimah diatas maka perlu kita memahami ketarbiyyaan anak itu ,yakni Didik anak itu agar jangan koruptor,didik anak agar jangan penipu,didik anak itu agar jangan tipu masyarakat,didik anak itu agar jual politik demi kepentingan pribadinya,didik anak itu agar jangan sampai mabuk-mabukkan sehingga benar-benar mengenal Allah swt ketika tumbuh dewasa,agar tidak bencana sesamanya dan mengenal ketarbiyaan masa kini bukan rakus pada dunia,jangan sampai kita lihat fenomena di keadaan sosial masyarakat kadang sering terjadi keresehan,kasus pembunuhan,kasus pencurian,kasus korupsi dan kasus lain kita sebagai pendidik,sebagai orang tua,sebagai pemimpin rumah lepas sifat yang mendorong pada nafsu-nafsu keegoisan itu

Bagaimana kalam Allah swt Melalui malaikat jibril mengajarkan ketarbiyyaan terhadap seorang yang suci yakni ihbunda siti maryam mengajarkan kesucian mendidik anak-anak kita sebagai contoh dalam surat Maryam Ayat 27-33

فَاَتَتۡ بِهٖ قَوۡمَهَا تَحۡمِلُهٗ​ؕ قَالُوۡا يٰمَرۡيَمُ لَقَدۡ جِئۡتِ شَيۡـًٔـا فَرِيًّا‏ ٢٧

Artinya Kemudian dia (Maryam) membawa dia (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) berkata, "Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar.

يٰۤـاُخۡتَ هٰرُوۡنَ مَا كَانَ اَ بُوۡكِ امۡرَاَ سَوۡءٍ وَّمَا كَانَتۡ اُمُّكِ بَغِيًّا​ ۖ​ ۚ‏ ٢٨

Artinya Wahai sauadara perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina."

فَاَشَارَتۡ اِلَيۡهِ​ ؕ قَالُوۡا كَيۡفَ نُـكَلِّمُ مَنۡ كَانَ فِى الۡمَهۡدِ صَبِيًّا‏ ٢٩

ArtinyaMaka dia (Maryam) menunjuk kepada (anak)nya. Mereka berkata, "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?"

قَالَ اِنِّىۡ عَبۡدُ اللّٰهِ ؕ اٰتٰٮنِىَ الۡكِتٰبَ وَجَعَلَنِىۡ نَبِيًّا ۙ‏
Artinya

Dia (Isa) berkata, "Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi,

وَّجَعَلَنِىۡ مُبٰـرَكًا اَيۡنَ مَا كُنۡتُ وَاَوۡصٰنِىۡ بِالصَّلٰوةِ وَالزَّكٰوةِ مَا دُمۡتُ حَيًّا ​ۖ

Artinya dan Dia menjadikanku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku

وَّبَرًّۢا بِوَالِدَتِىۡ وَلَمۡ يَجۡعَلۡنِىۡ جَبَّارًا شَقِيًّا‏
Artinya dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

وَالسَّلٰمُ عَلَىَّ يَوۡمَ وُلِدْتُّ وَيَوۡمَ اَمُوۡتُ وَيَوۡمَ اُبۡعَثُ حَيًّا‏  ٣٣
Artinya. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali."

Dari beberapa ayat diatas merupakan keberhasilan Ihbunda siti Maryam mendidik putra Nabi yang suci Yakni Nabi Isa As dengan diberi kitab yang nama kitab Injil

Kita sebagai umat akhir jaman harus menjadi contoh bagi umat-umat terdahulu dalam mendidik putra-putri kita

Langkah utama dalam mendidik anak kita harus kita memberikan contoh dan suriteladan dengan metode :

1.Mendidik anak عَنْ طَرِيقِ السَّمْعِ artinya mendidik anak melalu pendengaran

Mendidik anak melalui pendengaran adalah metode krusial, terutama pada masa awal pertumbuhan mereka. Beberapa contoh penerapannya meliputi:
-Memperdengarkan Al-Qur'an: Mengenalkan lantunan ayat suci sejak bayi.

-Komunikasi Positif: Menggunakan kata-kata santun, jujur, dan penuh kasih sayang.Kisah dan Cerita: Membacakan dongeng atau kisah nabi yang mendidik.

-Menghindari Polusi Suara: Menjauhkan anak dari kata-kata kotor, makian, atau bentakan

Hikmah awal Allah swt memperkenalkan ketarbiyaan kepada Nabi Muhammad saw dengan melalui wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW atas perantara Malaikat Jibril,idengan ini menurut metode tafsir Ibn Katsir kitab Al-Bidayah wan-Nihayah diawali dengan mimpi yang benar, penyendirian di Gua Hira, hingga kedatangan Malaikat Jibril.mengajar iqro (baca) kalimat baca menyebut nama Tuhan yang menciptakan manusia merupakan awal pemgenalan Allah swt dan rasullah dan sebagai utusan Allah swt,sebagaimana dalam Surat Al Alaq ayat 1 - 5 turun di Gua Hira pada 17 Ramadan sekitar tahun 610 masehi atau 13 tahun sebelum Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah,ketarbiyaan ini kita bisa mengamati surat Al 'alaq ayat 1-5 yang berbunyi kurang lebih :

Surat Al Alaq ayat 1-5 Arab, Latin dan terjemahan
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ - ١
Arab-latin: Iqra` bismi rabbikallażī khalaq
Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,"

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ - ٢
Arab-latin: Khalaqal-insāna min 'alaq
Artinya: "Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah."

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ - ٣
Arab-latin: Iqra` wa rabbukal-akram
Artinya: "Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,"

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ - ٤
Arab-latin: Allażī 'allama bil-qalam
Artinya: "Yang mengajar (manusia) dengan pena"

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ - ٥
Arab-latin: 'Allamal-insāna mā lam ya'lam
Artinya: "Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

Ma’asyiral muslimin jamaah Jumat rahimakumullah

2.Ketarbiyaan melalui keteladanan (at-tarbiyah bi al-qudwah)

Ketarbiyaan melalui keteladanan (at-tarbiyah bi al-qudwah) adalah metode pendidikan Islam yang membentuk jiwa, akhlak, dan perilaku seseorang melalui contoh nyata. Cara ini sangat ampuh karena manusia cenderung meniru apa yang mereka lihat.

Tarbiyah merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menghambakan manusia kepada Allah, yang terwujud dalam meng-ilah-kan Allah, tunduk kepada perintahNya, menjauhi laranganNya, serta dimilikinya akhlak yang mulia Insha Allah, menjaga dan melindungi kesucian fitrah manusia dari berbagai penyimpangan yang mengotorinya.

Sekilas ketika melihat sebuah lingkaran tarbiyah tak ada menariknya sama sekali. Tentu saja, dia tak memiliki sudut, tak memiliki tepi, pangkal dan ujung. Tak seperti saudaranya sang persegi hampir semua “Ter” dia punya. Tapi ada satu titik dimana sang lingkaran tarbiyah memiliki pesona yang mampu memikat seluruh orang yang mendekatinya. Dia mampu menghasilkan rusuk yang tak terhingga dan satu lagi dia bisa dihitung meski ketidaksempurnaan menyelimutinya. Itulah sang lingkaran tarbiyah, penyihir kecil yang mampu menghasilkan beribu-ribu fenomena. Lingkaran ini bukanlah lingkaran biasa karena didalamnya tersimpan ukhuwah, cinta, kasih, dan kedamaian.

Ma’asyiral muslimin jamaah Jumat rahimakumullah

3."ke= التَّرْبِيَةُ مِنْ خِلَالِ الحِوَارِ الخَفِيفِ (at-tarbiyah min khilal al-hiwar al-khafif).=ketarbiyahan melalui dialog kecil

Ketarbiyahan melalui dialog ringan adalah proses pendidikan atau pembinaan nilai-nilai Islam yang disampaikan secara santai, hangat, dan tidak kaku. Metode ini menggunakan komunikasi penuh kasih, bahasa sehari-hari yang mudah dipahami, serta pendekatan dari hati ke hati untuk buah hati kita maupun orang-orang yang mau mentauhidkan Allah dari segi akidah tauhid dan ketarbiyaan melalui berbagai disiplin ilmu yang ada di dalam kehidupan sehari-hari demi tercapainya ilmu pendekatan kepada Allah swt.

Kita sebagai orang perlu memberikan pendalaman dan tata cara mendidik anak dengan baik sehingga kelak menjadi contoh kita sendiri kepada anak-anak kita suatu contoh jika sholat maka dari sedini mungkin kita kenal ajaran islam pada anak dan berbagai macam hukum fiqih muamalah ,sehingga anak mengikuti pola tata cara orang tua jangan sampai kita sholat dalam keluarga hanya suami istri yang sholat sedangkan anak-anak yang sudah baliq usia kita biarkan bermain hp,bermain tanpa batas,padahal anak perlu juga kita ingatkan untuk sholat,begitu sebalik anak-anak kita perintah sholat sedangkan kita sedang asik menggosipkan orang hingga waktu nya terlupa beribadah kepada Allah swt.

Sebagai kitab rujukkan bacaan-bacaan dalam mentarbiyyakan anak kita bisa membaca beberapa kitab yakni

-Kitab Kuhfatul Maudud bi Ahkam Al-MauludKarya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
-Kitab Ayyuhal WaladKarya Imam Al-Ghazali.
-Kitab at-tarbiyah al-imaniyah
karya Imam Al-Hasan Al-Barbahary
-Kitab Manhaj at-Tarbiyah an-Nabawiyah li at-Tifl oleh Syaikh Dr. Muhammad Nur bin Abdul Hafidz Suwaid.

Mari mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak, menanamkan dalam diri mereka akhlak baik,jangan mengajar minuman keras hingga merusak tubuh kita sendiri bahkan generasi pemerus kita sehingga terjauh dari perbuatan diskriminasi dan perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan berusaha mengajarkan kepada mereka keutamaan mencari ampunan, maka kita akan mendapatkan manfaat dari hal itu dan semoga memudahkan kita memasuki surga dengan karunia Allah Yang Maha Penyayang. Amin ya Rabbal Alamin.

Ma’asyiral muslimin jamaah Jumat rahimakumullah

Demikian khutbah Jumat ini semoga kita bisa mendidik anak kita dengan baik dan menjadi penerus yang shaleh dan shalehah yang mampu memberi manfaat kepada diri dan orang lain. Semoga keluarga kita senantiasa diberi taufik dan hidayah Allah swt dalam menjalani kehidupan ini. Amin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِيْمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْن

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *