Kodi Bangedo -mediagendangsumba.com Sabtu 26/9/2026 Dalam babat Sejarah pendiri dusun ini terkenal diabad ke 17 dan 18 oleh datuk Adi Pati Bintoro (R.Pati Tora) bersauadara-sauadaranya diantara Tari watu mbapak,Poka (Paku) Dende Hungga,Ratu Non Gheru,Ratu Kiru Rangga (Ki rangga,Ratu Danggal,Ratu None (tembero) dan saudara-saudara yang lain merupakan putra dari Kampung adat parona (pararaton) praburoro kampung adat kedua dari waindimu
Menurut Rangga Dena sebagai iru deta dan Ndara Umbu sebagai iru wawa,dalam acara pesta woleka hari ini merupakan pesta adat woleka dalam menyampaikan hajat niat mendoakan roh leluhur yang sudah medahului kita dalam bentuk tahliyo (Tahlilan) woleka dengan membaca beberapa huruf yang sakral dibaca para pandita Adat dengan huru Na,Wa,ro,Li,dho,tha,ya dari 7 huruf tersebut merupakan huruf-huruf yang memeliki nilai spiritual kuat dalam bahasa tahliyo yang merupakan nilai sinyal sentral kuat yang menghubungkan antara Tuhan dengan manusia dalam bahasa tahliyo (tahlilan) menurut Ibnu Katoda 7 huruf dan ditambah satu A dan Huruf A merupakan Hak Nama Tuhan yang maha esa
Menurut ahli ilmu tata bahasa pada Tahun 700 M seperti Ibnu katoda,Ibn Khalil,yahya mereka memberikan arti bahasa ilmu huruf diantaranya
Wa Berfungsi sebagai kata hubung "dan" secara mutlakdengan Tuhan ilmu spiritual sebagai lambang sumpah taubat kepada tuhan yang maha esa,
Ro adalah rahmat, perjalanan ruhani, serta kekuasaan atau kodrat tuhan yang maha esa
Huruf li adalah huruf yang melambangkan kepasrahan manusia kepada sang maha pencipta
Dho adalah huruf penyerahan diri manusia kepada Tuhan nya
Tha adalah merupakan ketakwaan manusia kepada tuhan nya
Sedangkan huruf ya Huruf adalah huruf nama-nama keagungan Tuhan yang maha pencipta
Kembali pesta woleka didusun wikit desa ana Ghoka bahwa dahulu kapitan Datuk Pati bin Tora (adi pati Tora) yang memeliki kuda Bernama Ndara monggo,sehingga cikal bakal desa ana Ghoka merupakan syair penghargaan Adi pati bintoro II dengan bahasa adat syair Ana wikit cokka bara ana Ghoka ana radikko managhi ana kaka beliau seorang pahlawan ulung sebelum pahlawan Perjuangan kemerdekaan Wono kaka,hingga saat itu makam Adi pati bintoro ke II tidak diketahui secara pasti makamnya hanya petilasan kubur yang ada diparona (Pararaton) Praburoro (Tim redaksi)



