Sumba Barat daya-Mediagendangsumba.com 31 Agustus 2026 -warga selalu tarik nafas tentang penangan kasus dugaan korupsi yang mwrugikan negara,namun masih bebas dan status nya masih jadi saksi.
Warga sumba barat daya pertanyakan kedekatan pak jokowi pak Dr.Soleman Lende Dappa.S.Hut.M.TH.M.Pdk.ada apa yaa!!! Ini rilisan hati pemilik Facebok Tambolaka
Sebelum 17 Agustus masalah Yatutim panas panas tau ayam(maksud tai ayam) Begitu lewat tanggal 17 Agustus sebagai hari raya yang membutuhkan anggaran bagi hampir setiap instansi pemerintahan, kasus Yatutim diam lagi.
Apa karena takut bigbos Yatutim ini mulai foto dekat dengan Pak Jokowi? Atau kasus Yatutim jadi ATM berjalannya Kejaksaan? Publik memang harus ragu dan mempertanyakan karena masalah ini sudah berulang tahun.
Alasan klasik kali ini tunggu hasil penghitungan kerugian negara, sementara bocoran yang Mimin dapat bahwa BPKP sudah hitung dan temuannya kurang lebih 23 M kerugian negara. Bukan hanya 12 M yang dilaporkan di kejaksaan.
Pak Kasi pidsus Sumba Barat tunggu habis natal dulu baru keluar hasil kerugian negara atau tunggu Bulan Mei lagi sesuai janji bapak ke guru-guru bahwa paling lambat bulan Mei 2026 sudah ada tersangka dan tersangkanya pak Ketua Yayasan?
Atau tunggu Ketua Yatutim tipu lagi dana negara dari bangun Politeknik di SBD dan dari hasil itu bisa cicip sedikit sedikit juga dengan memanfaatkan kasus dana BOS yang sedang bergulir ini?
Atau pak Kasi pidsus dan ibu Kejari lagi lobi lobi supaya pindah lalu berkas kasus Yatutim ini dihilangkan dan jadi PR baru bagi yang ganti ibu Kajari dan Pak Kasi pidsus?
Kalo sampai begitu maka pantas saja Sumba tidak maju maju. Awal mula masalah ini dilaporkan ke Kajari yang orang Sumba asli sendiri yaitu suami dari ibu Kajari sekarang. Tapi macet setelah…… lalu muncul Kajari baru yang katanya kuat doa sampai testa hitam. Tetap juga tidak mempan roh kekuasaan dana BOS.
Terus sekarang muncul istri dari yang menangani awal kasus ini. Betulkah beliau hadir untuk datang memberantas korupsi atau melanjutk apa yang sudah dilakukan sang suami yang tidak menunjukkan hasil yang baik dan cenderung tertutup dengan kasus Yatutim ini?
Kita tunggu nanti dekat hari raya lagi. Biar biaya hari raya lancar jaya.
Kasus perlu dikaji oleh instansi dan dengarkan keluhan rakyat dalam dugaan korupsi yang awal 12 M dan hasil dugaan kejari 23 M kerugian negara ,bahkan guru-guru teriak namun belum selasai kerja kejari Sumba barat ,Ntt bahkan belum ada informasi yang diterima oleh awak media (tim redaksi)


