Sumba Barat Daya-Pati (jeteng) -Mediagendangsumba.com telah menghubungi salah satu mantan Aktivis Pergerakkan Mahasiswa Islam Imdonesia (PMII) Cabang Pasuruan dan Mantan Pengurus LSM Mitra Bangsa Pasuruan,Lakpesdam-Nu Bangil pasuruan yang kebetulan beliau satu kabupaten Pati dengan Mas Supriyono alias Botok yakni Ali Imron.S.Pd.M.Pd menuturkan sangat kenal dengan mas Botok karena memang satu sekolah dengan saya tutur nya,Namun terkait demo dan aksi saya belum berkenan gabung ujar dimedia ini
Karena sangat sibuk dengan pekerjaaan tutur ketika media menghubungi via whatsApp
Mas Botok dengan nama Lengkap: SupriyonoNama Panggilan memang beliah Peran Utama dalam Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB)Asal: Pati, Jawa TengahAktivitas Terkenal: Memimpin berbagai aksi demonstrasi dan kritik kebijakan publik di Pati, serta aksi nasional terkait isu antikorupsi.
Selanjutnya Supriyono alias Botok, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), viral melayangkan protes keras setelah rekening bank pribadinya mendadak terblokir,ujar nya
Aktivis lokal asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah ini mengaku rekening tersebut difungsikan untuk menampung donasi warga yang nominalnya sudah mencapai Rp80 juta.
Padahal, gabungan uang pribadi dan hasil donasi warga di dalam rekening tersebut untuk menyokong rencana demonstrasi di DPR RI, Jakarta, pada 27 Agustus 2026 mendatang.
Supriyono alias Botok dikenal sebagai sosok aktivis kedaerahan yang vokal dan aktif menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan publik di Kabupaten Pati.
Beberapa media juga telah memberikan riwayat Botok diberbagai media ia mengaku dirinya merupakan pendukung Sudewo pada masa Pilkada Pati 2024. Bahkan, desa tempat tinggalnya mencatatkan perolehan suara nomor dua terbanyak untuk Sudewo di Kecamatan Margorejo.
Namun, setelah Sudewo terpilih, Botok berbalik arah menjadi kritikus lantaran menilai banyak kebijakan sang bupati yang justru merugikan masyarakat.
Meski mengklaim tidak memiliki dendam atau masalah pribadi dengan Sudewo, sikap yang dinilainya arogan dari pimpinan daerah tersebut mendorong Botok untuk konsisten menggalang dan menggerakkan massa aksi sipil.
Pernah Terseret Kasus Hukum Sebagai aktivis, rekam jejak Botok tak lepas dari jerat hukum. Ia pernah berhadapan dengan meja hijau akibat aksi unjuk rasa di Jalur Pantura Pati-Juwana.
Dalam Aksi unjuk rasa tersebut dipicu oleh Sidang Paripurna DPRD Pati pada 31 Oktober 2025 yang memutuskan untuk tidak memakzulkan Bupati Pati Sudewo.
Dalam demonstrasi tersebut, Botok bersama rekannya, Teguh Istiyanto, mengarahkan massa melakukan konvoi hingga berujung pada aksi pemblokiran Jalan Raya Pantura Pati-Juwana selama kurang lebih 10 hingga 15 menit.
Kepolisian menetapkan keduanya sebagai tersangka atas dakwaan tindak pidana penghasutan.
Persiapan Botok untuk bertolak ke Jakarta bersama jejaring gerakan Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB) mendadak terhalang kendala finansial setelah rekening bank milik negara yang diaksesnya melalui aplikasi perbankan digital terkunci secara tiba-tiba.
"Rekening saya, uang pribadi saya, dan uang donasi dari teman-teman, totalnya Rp80,9 juta diblokir. Ada buktinya ini," ungkap Botok pada beberapa hari lalu,ujar botok di awak media
Ia pun menunjukkan bukti saldo terblokir di aplikasi mobile banking miliknya.
Botok menilai tindakan pemblokiran tersebut sebagai bentuk kesewenang-wenangan pihak tertentu untuk menekan gerakan masyarakat sipil, mengingat rekening bank merupakan ranah privat nasabah yang dijamin perlindungannya oleh undang-undang.
Memang berbagai ragam penilaian publik terkait demo tersebut,secara aktivis Botok salah satu aktivis LSM daerah kabupaten Pati yang berani menyuarakan hak rakyat terkait koruptor-koruptor yang diam kan dan koruptur yang ditangkap OTT,dengan keberanian botok mencontoh didaerah lain ujar sahabat karib nya botok di media ini (Tim redaksi)


