Irigasi Perpompaan Jadi Terobosan Nyata, Mentan Amran Di dusun kandangan Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.Dorong Lonjakan Produksi Nasional

Jombang (jatim)-Tim Redaksi Mediagendangsumba com dan PORTALGOGO NEWS | JOMBANG –23 Aguatus 2026 Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan bahwa program Irgasi Perpompaan (Irpom) menjadi salah satu terobosan nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional. Melalui pemanfaatan manajemen air, teknik ini mampu mengubah pola tanam petani secara signifikan, terutama di lahan kering (upland), dari yang sebelumnya hanya satu kali panen menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun. Kebijakan ini menjadi kunci dalam mendorong peningkatan produksi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perluasan lahan baru,ujar dibeberapa awak media

Terkait PBN Rp153,7 Juta Digelontorkan untuk Irigasi Perpompaan di Dusun Kandangan, 18 Hektare Lahan Pertanian Siap Dialiri Air
Kementerian Pertanian melalui program Irigasi Perpompaan Tahun Anggaran 2026 memperkuat akses air bagi petani Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Pemerintah pusat kembali memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air. Kali ini, Dusun Kandangan, Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, menjadi salah satu lokasi penerima program Irigasi Perpompaan (Irpom) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan total anggaran sebesar Rp153.700.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Pembangunan yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani (Poktan) Kandangan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air irigasi pada lahan pertanian seluas 18 hektare, sekaligus menjadi solusi bagi petani yang selama ini menghadapi keterbatasan pasokan air saat musim kemarau.

Program irigasi perpompaan merupakan salah satu strategi pemerintah dalam menjaga produktivitas pertanian melalui optimalisasi sumber daya air. Kementerian Pertanian menempatkan sistem pompanisasi sebagai instrumen penting untuk mengantisipasi kekeringan dan meningkatkan intensitas tanam petani.

Jawaban atas Kebutuhan Air Petani

Pelaksana pembangunan, Asan, mengatakan bahwa keberadaan irigasi perpompaan menjadi kebutuhan mendesak bagi petani di wilayah Kandangan yang sebagian lahannya bergantung pada ketersediaan air musiman.

“Dengan adanya bantuan irigasi perpompaan ini, petani memiliki akses air yang lebih terjamin. Harapannya produktivitas pertanian meningkat dan petani tidak lagi khawatir ketika memasuki musim kemarau,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan kelompok tani agar pelaksanaan pekerjaan berjalan efektif sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap sarana yang dibangun.

Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani

Ketua Poktan Kandangan, Kasianto, menyebut program tersebut merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani di tingkat desa.

Ia menjelaskan bahwa selama ini ketersediaan air menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan musim tanam. Dengan adanya fasilitas irigasi perpompaan, petani memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan hasil produksi.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat. Program ini akan memberikan manfaat besar bagi petani karena air merupakan kebutuhan utama dalam kegiatan pertanian,” kata Kasianto.

Keberadaan sistem perpompaan diyakini mampu meningkatkan frekuensi tanam dan menjaga produktivitas lahan, terutama saat curah hujan rendah. Strategi ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian yang mendorong peningkatan produksi melalui penguatan irigasi dan pompanisasi.

Pemerintah Desa Dukung Penuh

Kepala Desa Carangrejo, Supriaji, MT, menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat desa sehingga pembangunan infrastruktur pendukung harus terus diperkuat.

“Program ini sangat penting bagi masyarakat kami. Ketika kebutuhan air tercukupi, produktivitas pertanian meningkat dan dampaknya akan dirasakan langsung oleh para petani serta keluarganya. Kami berharap fasilitas ini dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Supriaji menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah desa, dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Berdasarkan papan informasi kegiatan, pembangunan irigasi perpompaan tersebut berlokasi di Dusun Kandangan, Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, dengan titik koordinat 7.4871399 LS dan 112.347939 BT. Kegiatan memiliki volume pekerjaan 1 unit irigasi perpompaan yang akan melayani kebutuhan air pertanian pada lahan seluas 18 hektare.

Program ini merupakan bagian dari kebijakan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian dalam memperkuat pengelolaan sumber daya air guna mendukung peningkatan produksi pangan nasional dan ketahanan pangan berkelanjutan.

Dengan tersedianya akses air yang lebih baik, para petani di Dusun Kandangan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan, memperluas masa tanam, serta memperkuat kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian daerah dan ketahanan pangan nasional.

TIM redaksi media gendang dan PortalGogo News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *