Surabaya -mediagendangsumba.com pada pantauan media ini telah berkunjung disalah satu taman nasional yang dibawah naungan dinas lingkugan hidup.
Menurut wawancara dengam salah satu pemgelolah enggan disebut nama menuturkan bahwa sumber pengelolaan nya berasal dari Dana untuk pengelolaan Taman Cahaya di Surabaya bersumber dari kombinasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup dan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Pengelolaannya juga melibatkan pihak ketiga (seperti penyelenggara reklame) untuk menekan biaya operasional Pemkot.
Sedangkan ada pun Pelaksana Teknis: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya bertugas penuh sebagai koordinator utama yang mengawasi, merawat, dan mengembangkan fasilitas publik tersebut imbuhnya
Sedangkan Prestasi dan Kualitas: Taman Cahaya telah resmi terstandarisasi secara nasional dan mendapatkan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) dari Kementerian PPPA.
Dan Penetapan ini berdasarkan Surat Keputusan Kemen PPPA RI melalui Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Nomor 13 Tahun 2025 tentang Penetapan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Terstandar di Tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota 2024.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Myrna Augusta Aditya Dewi mengatakan, berdasarkan surat keputusan tersebut, Ruang Bermain Anak (RBA) Taman Flora berhasil meraih nilai 589, dan RBA Taman Cahaya meraih nilai 578.
“Kementerian meminta kabupaten/kota yang memiliki taman diajukan untuk mendaftarkan sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak. Kami mengajukan dua taman, yakni Taman Flora dan Taman Cahaya dan berhasil sertifikasi sebagai RBRA Paripurna, paling tinggi di tingkat nasional,” kata Myrna sapaan lekatnya, satu tahun lalu tepatnya hari Sabtu (11/1/2025),
Ada dua taman yang secara administrasi daerah surabaya yang dikelolah dengan baik diantara nya
Taman Flora dan Taman Cahaya Kota Surabaya resmi bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) 9169 : 2023 Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA). Hal tersebut, sebagai bukti komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk terus mengembangkan berbagai fasilitas dan lingkungan ramah anak.
Penetapan ini berdasarkan sertifikat yang diterbitkan oleh PT Global Inspeksi Sertifikasi untuk kedua taman tersebut kepada Pemkot Surabaya dalam hal Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH, Myrna Augusta Aditya Dewi mengatakan bahwa dua taman yang mendapatkan sertifikat SNI itu merupakan yang pertama di Indonesia.
“Kota Surabaya termasuk yang pertama kali mendapatkan SNI untuk RBRA se-Indonesia. Awalnya kami mengajukan kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI, lalu dari sana disarankan untuk mendaftarkan SNI,” ujar Myrna, diawak media beberapa tahun lalu tepatnya di hari Senin (17/2/2025).
Dari penataan kota ini oleh media telah mengkaji bahwa dari dua taman yang dikelolah oleh pemkot surabaya yakni beberapa penataan tempat parkir motor para tamu dengan ongkos parkir rp 5000/motor,sedangan buat anak-anak gratis biaya masuknya ,dan beberapa pedagang kaki lima kelihatan berjejeran kius-kius makan ringan mauoun makan hemat siap saji asal ada duit,disamping itu juga oleh pedagang kaki lima lain ada yang membawah berbagai aneka permainan anak,kesemua nya harus melalui pendaftaran pada bidang pengelolaan dan penataan taman kota.
Hal yang dipantau media ini juga beberapa yang hal-hal yang menarik adalah nama-nama jenis taman flora ditaman flora sudah tertulis sesuai nama jenis tanaman nya sedang sebagai hiburan sumber bacaan nya sudah disiapkan oleh pengelola taman,seperti perpustakaan sumber baca anak-anak ,lapangan olah raga anak-anak begitu juga permainan plosotan anak-anak,ayunan dan lain -lain nya ,ditaman ini juga kelihatan hewan-hewan ternak seperti rusak dan burung-burung sebagai pencitra alami yang suasananya sabana.
hasil wawancara dari empatb orang anak yakni Aziza Mone,Meri Aprilia Rahmawati dan Zein Aziz Mone,Gilang ardiansa mereka merasa senang dan puas dengan suasana aneka permainan yang ada di dua taman tersebut yakni taman flora (Taman Bunga kota surabaya daerah surabaya Timur) yang berdekatan dengan beberapa kampus besar diantara yakni Unitomo Surabaya,untag,ubaya,ITS,dan lain-lain sedangkan taman cahaya berada di dekat kampus UPW ,Universitas teknologi pembangunan surabaya,Unesa dan beberapa kampus lainnya (surabaya barat)
Yang menjadi urgensi para pengkaji juga ini menjadikan sumber wacana dalam ilmu kajian tersebut,sebagai media publik ini ,oleh penulis memberikan nilai urgensi dari pulau sumba khusus nya kabupaten Sumba barat Daya provensi Nusa tenggarah timur
Secara akademis penilaian sudah terlaksana secara step by step terkait penataan kota ,dan penataan desa sudah mencapai diangka 65 persen sudah sedangkan penataan kota ya..sudah lumayan juga, kemungkinan sumber pengelolaan manajemen nya yang belum terrencana dengan sempurna,harapan publik sesuai visi-misi Bupati Sumba Barat Daya dan Wakil bupati Sumba Barat Daya yakni menata kota dan desa nilai urgensi,itu harus ada dukungan ideologi para pelaksana instansi terkait dibidang tupoksi masing-masing.
Sehingga tercapai nilai urgensi visi -misi bupati dan wakil bupati Sumba Barat daya
Adapun visi dan misi Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, dan Wakil Bupati Dominikus Alphawan Rangga Kaka (Ratu-Angga) yakni berfokus pada pembangunan daerah yang holistik. Walaupun spesifik tata ruang mencakup wilayah perkotaan hingga perdesaan, penataan menyeluruh tersebut tertuang ke dalam visi utama mereka, yakni:”Terwujudnya Kabupaten Sumba Barat Daya yang Maju, Mandiri, Berdaya Saing, dan Sejahtera.”Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintahan Ratu-Angga menjabarkannya melalui program kerja utama yang diimplementasikan melalui 5 Misi Pokok, yaitu:
1: Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)Menciptakan masyarakat yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing melalui akses pendidikan dan fasilitas kesehatan yang merata.
2: Percepatan Pertumbuhan Ekonomi DaerahBerfokus pada kemandirian ekonomi dengan mengoptimalkan sektor unggulan seperti pertanian, peternakan, pariwisata, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
3: Pengembangan Infrastruktur dan Penataan Wilayah (Kota dan Desa)Memastikan pemerataan pembangunan infrastruktur dasar yang terintegrasi (jalan, air bersih, listrik) serta menata pusat perkotaan yang representatif dan perdesaan yang produktif.
4: Pengelolaan Lingkungan Hidup Berkelanjutan Menerapkan kebijakan yang menjaga kelestarian alam, mengantisipasi perubahan iklim, serta mitigasi bencana demi keberlanjutan wilayah jangka panjang.
5: Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan MelayaniMeningkatkan kualitas pelayanan publik, transparansi birokrasi, serta reformasi sistem pemerintahan daerah yang berpihak pada rakyat,(Tim redaksi)


