Kodi pero - Media Gendang.com, Sabtu 14 Februari 2026 Suasana Sorak sorai penonton menggema di sepanjang pantai pero atau dikenal Pantai Nahkoda para saudagar dari berbagai pulau dari generasi abad ke 14,15,16 hingga abad ke19 , Desa Pero Konda, Kecamatan Kodi ,Sumba Barat Daya-Ntt. Di bawah terik matahari pagi dan Hujan Sabtu (16/2/2026), Ratusan warga menyaksikan lomba Dayung perahu(Sampan) saling adu cepat dalam Festival Dayung (Sampan) Pero Konda
Sebanyak Beberapa tim dari berberapa Dusun pada Desa Pero Konda, kecamatan kodi turut dalam perlombaan ini. Setiap tim terdiri dari dua Orang dalam satu perahu Sampan dan dua coxswain atau juru kemudi (Juru Dayung)
Puluhan tim ini berpacu untuk menaklukkan lintasan sejauh 200 meter dengan kayuhan Plastik serentak berirama ditemani sorakan warga yang berdiri berhimpitan di bibir muara puarere atau pero konda maupun seadanya.
"Ada tim antardusun se-Desa Pero konda yang bersaing pada Festival Dayung Sampan pero konda yang digelar di Desa pero, Kecamatan kodi ini dengan tujuan melestarikan olahraga tradisional sekaligus mempererat persaudaraan," kata Kepala Desa pero konda Koda sigore kepada Awak media, Sabtu (16/2/2026).
Momen Tegang Pendayung Terempas ke muara puarere
Momen dramatis terjadi saat beberapa pendayung terhempas ke air muara pantai pero di Desa pero konda menjelang garis finish.
Untungnya, panitia telah mewajibkan seluruh peserta di masing-masing tim agar mengenakan jaket pelampung demi keselamatan mereka saat berkompetisi dalam acara ini.
"Desa pero ini berada di bantaran pantai pero konda.Pelabuhan kecil ini punya sejarah panjang dan menjadi sumber pendapatan para nelayan khusus di desa pero konda bukan hanya soal adu cepat mendayung. Panitia menyelipkan drama Lomba Masak -memasak antara ibu-ibu yang punya hobi masak,Dengan Lomba Dayung Sampan Bupati memberikan Harapan bagi generasi muda dan ibu-ibu bagaimana menciptakan karya dan karsa dalam bidang pengelolaan wisata bahari tegas Ibu Bupati Ratu Bonnu Ngadu Wula ST.ketika diwawancarai oleh media ini.
Kedepan juga ibu Bupati memeliki perencanaan strategi bahwa disekitar pantai selatan ini banyak Hotel-hotel yang sedang membangun dengan adanya wisata perhotelan di Kodi menjadikan ajang sana nanti suatu waktu akan mengundang para pemilik hotel atau pengurus Hotel agar,menu-menu yang seperti dilombakan ini menjadi menu wisatawan asing dan wisatawan dalam negeri sehingga menjadi nilai Koin marketing kedepan Imbuhnya Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla,ST
Hal Yang ditambahkan oleh Direktur Utama LPDP menuturkan Festival yang digelar bukan hanya sekadar ajang hiburan, tetapi juga sarana menyampaikan nilai sejarah dan budaya kepada publik bisa kita karburasikan antara nilai budaya pasola dengan lomba-lomba semacam ini ujarnya
Menurut Kadis Pewisata Hery Haka Lolu , sebagai desa yang berada di bantaran pantai pero Bahari indah ini,merupakan tanggung bersma jawab menjaga kejayaan sungai yang dulu menjadi pusat peradaban saudagar bisnis ujarnya
"Muara pero konda pada masa jayanya merupakan denyut nadi ekonomi di era mojopahit, pusat kehidupan, sekaligus sumber kebanggaan.oleh Karena itu, pada tahun ini kami juga mempersembahkan pertunjukan bernuansa sejarah yakni para saudagar bisnis Dahulu kala dan tradisi pasola akan dikarburasikan ,apa yang di ucapkan oleh ibu bupati Sumba Barat Daya tuturnya.
"Ajang ini bukan hanya lomba olahraga, melainkan wadah silaturahmi sekaligus menjaga tradisi dayung sampan serta Lomba Masak agar tetap hidup di tengah masyarakat," jelasnya.
Tahun ini, festival dayung sampan dan Lomba masak ini digelar dengan skala lebih desa saja dengan bersama dengan struktur Bumbes
Kemungkinan kedepan tutur kadis perwisata Heribertus D. Hakalolu, S.Sos. melibatkan desa-desa tetangga hingga bisa sekecamatan tetangga.dan kedepan Format perlombaan pun diperbarui sehingga lebih meriah lagi
pendayung dalam 1 perahu, kini harus ada 2 orang saja pendayung plus seorang coxswain lengkap dengan ofisial dan baju renang
"Kalau bisa, tahun keberikitnya dalam perencanaan ke depan tidak hanya antardusun saja dalam pero konda ,akan tetapi tapi bisa ditingkatkan menjadi festival antara sekecematan atau sekabupaten Bahkan kalau bisa juga skala nasional," kata kadis Pewisata
Dengan gema sorakan warga dan riak pantai pero yang tak pernah sepi, Festival Dayung sampan dan Lomba Masak di Pero konda seakan menjadi pengingat bahwa Pelabhhan kecil ini bukan hanya sumber tempat bersandarnya para nelayan akan tetapi juga sumber identitas, budaya, dan kebersamaan masyarakat pero konda dan beberapa desa disekitarnya.
Antusiasme Warga
Antusiasme warga jadi bukti bahwa festival ini layak dijadikan agenda tahunan berskala lebih besar. Bagi warga, tontonan ini jadi hiburan pelepas penat. Lomba ini bisa menjadi pengisi waktu bagi warga di sela-sela padatnya kerja,begitu juga camat Benyamin kaka,Kapolsek kodi Ahmad sidiq serta Kodim yang mewakil turut hadir dan suport perlombaan ini
"Kalau ada acara kayak gini, rasanya liburan jadi berbeda. Bisa lihat lomba, bisa ketemu banyak orang, sekaligus mendukung desa," kata adven, salah satu penonton yang datang bersama keluarganya.
Bagi Pemkab Sumba Barat Daya, festival ini bukan sekadar menjaga tradisi, tapi juga menggerakkan perekonomian lokal karena UMKM desa ikut membuka lapak, penonton membeli jajanan.
Bupati Sumba Barat Daya Ibu Ratu Bonnu Ngadu Wulla menyambut positif penyelenggaraan festival tersebut karena dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Pak hajmin berharap, festival dayung di desa ini bisa menjadi agenda tahunan dan berkembang ke tingkat nasional.
"Kegiatan ini contoh nyata bagaimana desa bisa menjadi pusat kreativitas. Selain melestarikan budaya lokal, festival juga memberi manfaat ekonomi melalui UMKM," kata kades seraya mengatakan bahwa Pemkab sumba Barat Daya akan terus mendukung acara yang memperkuat identitas dan wisata lokal.
Selain itu oleh PT JASARAHARJA Provensi NTT yang mewakili memberikan Suport bagi Para nelayan khusus di desa Wisataa bahari sehingga momen perhatian para nelayan khususnya dilalulintas laut
Ketua Bateman Desa Yosef Rangga Lendu juga turut mensuport bersama ibu Bupati dalam proses pengelolaan Bumdes Desaa Pero konda
Ketua Bumdes dan saekretas Bumdes Hajmin sanggore dan Arif serta bapak kades pero konda Koda sigore mengucapkan banyak terimakasih semua yang terlibat dalam acara ini (Tim Redaksi :Gus Mone AL Mughni)

