Malaysia -Mediagendangsumba.com Pemerintah Malaysia kembali menyatakan kesiapannya memberikan bantuan kepada Indonesia untuk menangani kebakaran hutan yang memicu kabut asap lintas batas.
Bantuan yang ditawarkan kali ini bahkan tidak terbatas pada dukungan langsung dari "Negeri Jiran".
Kuala Lumpur juga membuka peluang untuk meminta bantuan dari negara-negara Teluk apabila Indonesia membutuhkannya.
Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengatakan, pemerintahnya memahami tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menangani kebakaran hutan, terutama karena sebagian titik api berada di kawasan pedalaman yang jauh dari wilayah perbatasan.
a pun bilang, dirinya akan menghubungi Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Christiawan Nasir dalam waktu dekat untuk membahas kebutuhan bantuan tersebut. "Saya juga telah sepakat dengan Sheikh Abdullah Zayed Al Nahyan, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab, dalam pertemuan kemarin. Beliau mengatakan bahwa jika bantuan dibutuhkan, mereka bersama negara-negara lain siap mengirimkannya," kata Mohamad, dikutip dari Harian Metro Malaysia, Sabtu (24/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Mohamad kepada wartawan setelah menghadiri penyerahan bantuan Deepavali kepada warga di daerah pemilihan Rantau, Rembau, Malaysia. Ia menegaskan, Malaysia tidak bisa tinggal diam karena kebakaran hutan di Indonesia juga berdampak pada negara-negara di kawasan, termasuk melalui kabut asap yang melintasi batas negara.
Mohamad menjelaskan, operasi pemadaman kebakaran hutan di Indonesia menghadapi sejumlah kendala, terutama apabila titik api berada jauh di pedalaman dan sulit dijangkau melalui jalur darat. Menurut dia, kebakaran yang terjadi ratusan kilometer dari permukiman dapat menyulitkan petugas menjangkau lokasi.
Kompas.com Tren Malaysia Sebut Negara Teluk Juga Siap Bantu Atasi Karhutla RI jika Diperlukan Kompas.com, 24 Oktober 2026, 16:00 WIB Baca di App Irawan Sapto Adhi Penulis Jadikan Kompas.com Berita Utama di Google Lihat Foto 0:03:12 Sumber: Harian Metro Malaysia KOMPAS.com – Pemerintah Malaysia kembali menyatakan kesiapannya memberikan bantuan kepada Indonesia untuk menangani kebakaran hutan yang memicu kabut asap lintas batas. Bantuan yang ditawarkan kali ini bahkan tidak terbatas pada dukungan langsung dari "Negeri Jiran". Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ Kuala Lumpur juga membuka peluang untuk meminta bantuan dari negara-negara Teluk apabila Indonesia membutuhkannya. Baca juga: Asia Tenggara 4 Kali Dikepung Kabut Asap Parah, Terbaru pada 2026 Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengatakan, pemerintahnya memahami tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menangani kebakaran hutan, terutama karena sebagian titik api berada di kawasan pedalaman yang jauh dari wilayah perbatasan. BEGINU : Cerita Membuat Orang Belajar Tanpa Digurui Mengapa Pemerintah Tak Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional? Artikel Kompas.id Ia pun bilang, dirinya akan menghubungi Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Christiawan Nasir dalam waktu dekat untuk membahas kebutuhan bantuan tersebut. "Saya juga telah sepakat dengan Sheikh Abdullah Zayed Al Nahyan, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab, dalam pertemuan kemarin. Beliau mengatakan bahwa jika bantuan dibutuhkan, mereka bersama negara-negara lain siap mengirimkannya," kata Mohamad, dikutip dari Harian Metro Malaysia, Sabtu (24/10/2026). Pernyataan tersebut disampaikan Mohamad kepada wartawan setelah menghadiri penyerahan bantuan Deepavali kepada warga di daerah pemilihan Rantau, Rembau, Malaysia. Ia menegaskan, Malaysia tidak bisa tinggal diam karena kebakaran hutan di Indonesia juga berdampak pada negara-negara di kawasan, termasuk melalui kabut asap yang melintasi batas negara. Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ Pemadaman terkendala lokasi dan kabut asap tebal Mohamad menjelaskan, operasi pemadaman kebakaran hutan di Indonesia menghadapi sejumlah kendala, terutama apabila titik api berada jauh di pedalaman dan sulit dijangkau melalui jalur darat. Menurut dia, kebakaran yang terjadi ratusan kilometer dari permukiman dapat menyulitkan petugas menjangkau lokasi. Dalam kondisi tertentu, pesawat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung operasi pemadaman. Namun, penggunaan pesawat juga tidak selalu memungkinkan karena asap tebal dapat membatasi jarak pandang dan membahayakan keselamatan operasi. "Memang mudah bagi kita untuk berbicara dari sini. Namun, bayangkan jika kawasan yang terbakar berada 1.000 kilometer atau 500 kilometer dari permukiman. Tidak ada pilihan lain selain menggunakan pesawat, tetapi pesawat juga tidak dapat menjalankan tugas pemadaman jika jarak pandang terbatas," ujarnya. Mohamad menambahkan, negara maju seperti Kanada dan Amerika Serikat juga pernah menghadapi kebakaran hutan berskala besar. Ia menyinggung kebakaran di Los Angeles yang menimbulkan korban jiwa sebagai gambaran besarnya tantangan dalam menangani bencana semacam itu.
Karena itu, ia menekankan bahwa setiap bentuk bantuan harus mempertimbangkan kondisi di lapangan dan faktor keselamatan personel maupun peralatan yang dikerahkan. Malaysia tunggu kebutuhan bantuan dari Indonesia Tawaran Malaysia untuk membantu Indonesia akan ditindaklanjuti melalui komunikasi diplomatik antara kedua negara.(tim redaksi)



