Pelepasan Bibit Ikan Lele dari Yayasan Danone Indonesia Bersama Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyyah Kupang di Desa Walla Ndimu

Sumba Barat Daya (Ntt) Media gendang sumba.Com 13 Agustus 2026 Pemerintah Desa Walla Ndimu bersama Dari yayasan Danone indonesia bekerjasama dengan Pemda Sumba Barat Daya,melalui dinas perikanan Sumba Barat Daya, Ayub Aqui bersama Mahasiswa KKN Dari Kampus Universitas Muhammadiyyah Kupang melakukan pelepasan bibit ikan lele di Desa Walla Ndimu, Kecamatan Kodi Bangedo Kegiatan yang merupakan bagian dari program Ketahanan Pangan Desa Tahun Anggaran 2026 ini dihadiri oleh berbagai pihak termasuk kades Yakobus Ndendo Ngara,Ayub Aqui sebagai ketua koordinator dari yayasan LSM Danone Indonesia,Ketua BPD serta Pemdes Desa Walla Ndimu dan perwakilan PKK desa Walla Ndimu, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, ketua koordinator Ayub Aqui menyampaikan harapannya agar kegiatan ketahanan pangan di Desa Walla Mdimu ini dapat menjadi pendukung bagi program-program lain yang ada di desa tersebut. "Kami berharap melalui dana desa, kegiatan ketahanan pangan ini bisa mencukupi kebutuhan pokok yang ada di desa," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan semacam ini, dengan harapan Desa Walla Ndimu dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Sumba Barat Daya

Pelepasan bibit ikan lele ini merupakan bagian dari upaya peningkatan ketahanan pangan desa melalui sektor perikanan. Sebanyak 20.000 ekor bibit ikan lele dilepas ke Keramba Apung Desa Lawang Agung, yang diharapkan dapat menjadi sumber protein bagi masyarakat setempat serta meningkatkan ekonomi desa. Kegiatan ini juga sejalan dengan program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa melalui pemanfaatan sumber daya alam yang ada.

Selain itu, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan. Diharapkan dengan adanya kolaborasi ini, program-program serupa dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Kepala Desa Walla Ndimu "Yakobus Ndendo Ngara , dalam kesempatan yang sama, menyampaikan apresiasinya derta terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah melalui dinas perikan dan bawah bimbangan yayasan Danone indonesia . Ia berharap kegiatan pelepasan bibit ikan lele ini dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan kemandirian pangan bagi balita di desanya. "Dengan adanya program ini, kami berharap masyarakat Desa Walla Ndimu bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya dan tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar," ujarnya.

Ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Program-program seperti pelepasan bibit ikan lele ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Desa walla Ndimu, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal. Dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah maupun masyarakat, sangat diperlukan agar program ini dapat berjalan dengan sukses dan berkelanjutan.

Dengan pelepasan bibit ikan lele sebanyak 1000 lebih ekor yang tarjet untuk Desa 12.000 ekor,diharapkan dapat menjadi pionir dalam pengelolaan ketahanan pangan melalui budidaya perikanan. Program ini juga diharapkan dapat menginspirasi desa ini sehingga ketahanan pangan untuk balita

Hal yang ditambahkan oleh ketua koordinator Ayub Aiqu'k dari Yayasan Danone indonesia yang berkerjasama demgan dinas terkait dengan Tujuan dari pemberian bantuan ini adalah untuk meningkatkan gizi balita yang terindikasi stunting, Ikan lele sengaja dipilih karena selain sangat bergizi perawatannya pun tergolong cukup mudah. Pemerintah desa Walla Ndimu juga menyediakan kolam kecil sehingga lele dapat dipelihara dalam jangka panjang dan dapat dikonsumsi sesuai kebutuhan.

Program ini merupakan intervensi lansung pemerintah kalurahan terhadap penanganan stunting di desa Walla Ndimu . Namun program ini tidak akan berhasil tanpa adanya peran serta dari orangtua balita dalam pola asuh tumbuh kembang balita. Diharapkan orangtua juga memperhatikan asupan gizi pada makanan anak serta memantau pertumbuhan anak setiap bulannya. Sehingga anak yang sudah terlanjur stunting dapat diperbaiki pertumbuhannya dan kedepannya tercipta generasi sehat di desa Walla Ndimu yang bebas dari stunting ujar Ayub dimedia ini

Hal senada oleh salah satu perwakilan mahasiswa Universitas Muhammadiyyah kupang yakni Edison jamma Nukongo kami disini sebagai Mahasiswa KKN serta berperan aktif mendukung pencegahan stunting (gagal tumbuh pada anak) melalui pemanfaatan ikan lele sebagai sumber protein hewani yang murah dan mudah diakses. Kontribusi nyata mahasiswa meliputi edukasi gizi masyarakat, inovasi teknologi budidaya skala rumah tangga seperti Budikdamber (budidaya lele dalam ember), serta pengolahan produk pangan bernutrisi tinggi seperti nugget dan abon imbuhnya

Tim Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *