Peradi Oelamasi Berang.Herry Battileo Desak Kapolda NTT Segera Ringkus Penyerang Rumah Advokat Putra Dapatalu

​KUPANG, Media Gendang Sumba.Com.04/01/2026 – Dunia penegakan hukum di Nusa Tenggara Timur kembali tercoreng oleh aksi premanisme yang menyasar kediaman seorang Advokat. Aksi penyerangan brutal terhadap rumah Advokat MA Putra Dapatalu, SH, pada 21 Desember 2025 lalu, memicu reaksi keras dari praktisi hukum senior di NTT.

​Advokat senior sekaligus Ketua DPC PERADI Oelamasi Kabupaten Kupang, Herry F.F. Battileo, SH., MH, mengecam keras tindakan pengecut para pelaku. Ia menilai insiden ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan bentuk penghinaan nyata terhadap marwah profesi hukum di Indonesia.

​Dengan nada bicara tegas, Herry yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Media Online Indonesia (MOI) NTT ini meminta Kapolda NTT dan Kapolres Belu tidak main-main dalam menangani laporan dengan nomor LP/338/XII/2025/SPKT/Polres Belu/Polda NTT.

​"Saya minta Kapolda NTT dan Kapolres Belu memberikan atensi khusus! Semua bukti sudah terang benderang; ada rekaman CCTV, barang bukti di lokasi, serta saksi-saksi. Tidak ada alasan bagi polisi untuk lamban. Segera tangkap dan seret mereka ke pengadilan!" tegas Herry kepada awak media, Minggu (04/01/2026).

​Herry memberikan ultimatum keras kepada jajaran Polres Belu. Jika dalam minggu ini para pelaku tidak segera diamankan, ia memastikan akan membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi melalui Pengaduan Masyarakat (Dumas) ke Mapolda NTT.

​"Sangat ironis, rumah seorang penegak hukum diserang secara membabi buta, namun hingga kini pelaku masih menghirup udara bebas. Jika kepolisian diam saja, harga diri penegak hukum di negeri ini sedang diinjak-injak oleh preman," cetusnya.

​Lebih jauh, Herry mencium adanya kejanggalan jika kasus sesederhana ini,yang sudah didukung bukti CCTV,tidak segera tuntas. Ia menduga ada kekuatan atau kepentingan tertentu yang mencoba membiaskan kasus ini.

​"Saya beri waktu dalam minggu ini. Jika pelaku tidak ditangkap, maka patut diduga keras ada 'sesuatu' di balik kasus ini. Mengapa polisi seolah enggan mengungkapnya? Jangan sampai publik berasumsi bahwa hukum tajam ke bawah namun tumpul pada kelompok tertentu," tutup Herry dengan nada pedas.

​Kasus ini kini menjadi sorotan,publik NTT menanti keberanian dan profesionalisme Polres Belu dalam membuktikan bahwa hukum masih berdaulat di wilayah hukum mereka.

Redaksi Tibo,Mediagedang Sumba.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *